pelangi
yang tujuh warna itu,
dulu
pernah kamu kaitkan
tiap
satu jalur warna kamu beri indah
dan
kamu beri makna
‘tuk
kita nikmat bersama berdua
pelangi
yang tujuh warna itu,
jambatan
tuk kita ke langit
tangan
kita berpegangan
tari
kita berteman bulan
canda
cinta tak pernah sendirian
tapi
kini,
pelangi
yang tujuh warna itu
perlahan
menghitam
segala
warna berselerak
tiap
satunya bertabrak
gelap
memberontak
bila;
kamu
pergi,
dan
tak pernah kembali lagi.
untuk
terus ada;
tiap
suka aku. tiap duka aku.
aku
rasa sepi.
aku
rasa sendiri.
biar;
pelangi
hitam jadi saksi.




No comments:
Post a Comment